Menyelam telah menjadi kegiatan yang popular di kalangan anak muda, sebagai aktivitas outdoor yang sangat menantang. Sebagai kegiatan yang beresiko maka dalam pelaksanaannya seorang penyelam harus menaati prosedur standar melalui pendidikan pelatihan selam yang bersertifikasi. Seiring dengan berkembangnya kajian Ilmu Kelautan di Indonesia maka kebutuhan ketrampilan survei potensi dan kondisi sumberdaya kelautan yang sebagian besar berada di bawah air. Sebuah keniscayaan apabila mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan patut memiliki ketrampilan selam sehingga perlu kiranya mahasiswa mendapatkan pembelajaran Selam sebagai mata kuliah dasar dan wajib untuk mengikutinya. Syarat untuk mengikuti pembelajaran mata kuliah Selam ini adalah mahasiswa yang telah lulus mata kuliah Renang. Pokok bahasan mata kuliah ini adalah pembelajaran tehnik selam akan tetapi sebelumnya diberikan dasar meliputi fisika dan fisiologi penyelaman, peralatan selam dan lingkungan penyelaman.

Empat pertemuan ini membahas mengenai potensi metabolit primer dari organisme laut sebagai bahan baku untuk industri non-pangan, seperti:

1. Kolagen

2. Gelatin

3. Kitin dan kitosan

4. Glukosamin

5. Kondroitin sulfat

6. Asam hialuronat

Serta potensi mikroorganisme laut selain sebagai penghasil metabolit sekunder, seperti:

1. Microbial fuel cell

2. Enzim

3. Senyawa bahan alam asal mikroba

Dua pertemuan ini membahas mengenai senyawa alam yang diproduksi oleh mikroorganisme laut, interaksi antara mikroba asosiasi dan inangnya serta pengaruhnya terhadap produksi metabolit sekunder yang dihasilkan; dan rekayasa yang dapat dilakukan untuk menginduksi produksi senyawa baru.

Praktikum ini membahas mengenai pengantar mikrobiologi laut, mulai dari pengenalan alat, teknik aseptik, hingga isolasi dan karakterisasi mikroorganisme laut

Isi perkuliahan adalah memberikan pengetahuan, pengertian dan kemampuan menganalisa kepada mahasiswa mengenai kegiatan monitoring suatu ekosistim perairan dengan menggunakan biota. Selain itu dipelajari pula tentang respons komunitas akibat adanya suatu perubahan lingkungan. MK ini berkaitan dengan MK Pencemaran Laut.

Sarjana Ilmu Kelautan diharapkan menguasai dan menerapkan ilmu kelautan untuk peduli dengan kondisi dinamika ekologi lingkungan berdasarkan pada prinsip kelestarian lingkungan dengan melakukan usaha-usaha ke monitoring dengan menerapkan pengembangan konsep secara berkesinambungan untuk biomonitoring sumberdaya dan ekologi menuju bioteknologi kelautan. 

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu mempelajari  apakah biological early warning system, biomonitoring , penggunaan metoda dalam biomonitoring,analisis dalam kegiatan biomonitoring dan pengaruh terhadap lingkungan, respon komunitas, stok assesment dan efek fisiologis.



Deskripsi Mata Kuliah : Mata kuliah ini berisikan tentang konsep-konsep avertebrata secara umum dan avertebrata laut, phyla yang termasuk avertebrata laut, seperti Porifera, Cnidaria, Bryozoa, Annelida, Platyhelminthes, Echinodermata, Gnathostomulida, Pseudocoelomate,  Mollusca, Arthropoda dan Urochordata (yang tadpolenya digolongkan sebagai Chordata sehingga dianggap sebagai mahkluk antara), evolusi dan filogeni avertebrata, ciri-ciri morfologi dan taksonomi avertebrata laut, sebaran phyla dalam avertebrata laut,  konsep fungsi biologis secara umum (feeding, reproduksi, predasi), nilai ekologis secara umum, nilai ekonomi secara umum serta habitatnya

 

Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa di akhir kuliah diharapkan dapat menerangkan konsep-konsep avertebrata secara umum dan avertebrata laut, menerangkan proses evolusi avertebrata laut secara umum, menerangkan cirii-ciri morfologi tiap phyla yang termasuk avertebrata laut, .melakukan klasifikasi berdasar phyla avertebrata laut