Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi terjadi pergeseran paradigma belajar. Hal ini mengakibatkan perubahan-perubahan dalam model pembelajaran. Pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu, mampu merumuskan masalah, melatih berpikir prosedural, menekankan arti penting kerja sama dan kolaborasi, mendasarkan pada aktivitas, serta mendiseminasi dan menyebarluaskannya. Pembelajaran sejarah juga dituntut untuk menyesuaikan dengan perkembangan itu. Mata kuliah ini membahas tentang model-model pembelajaran sejarah yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.   

Matakuliah Metode Pengajaran Sejarah membekali kepada mahasiswa kemampuan untuk menguasai metode pembelajaran sejarah baik teori maupun praktik mengajar. Dalam hubungan itu mata kuliah ini akan membekali mahasiswa dengan dasar-dasar filosofi pendidikan dan pembelajaran sejarah serta berbagai macam metode dan strategi pembelajaran sejarah kepada para mahasiswa.


Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki pola ilmiah pokok pengembangan wilayah pantai, Departemen Sejarah Universitas Diponegoro dituntut untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kepekaan dalam menganalisis fenomena-fenomena budaya yang berkembang di masyarakat, khususnya masyarakat maritim yang tentunya mewarisi jiwa kebaharian. Akan tetapi, sebagai sebuah subkultur, dibandingkan dengan budaya masyarakat pedalaman, secara teoretis format budaya masyarakat maritim tampak masih belum terumuskan dengan baik dan jelas. Skop kajian dalam mata kuliah ini adalah di wilayah-wilayah pesisir. Oleh karena itu,  dirasa perlu adanya sebuah mata kuliah yang dapat membekali mahasiswa dalam menganalisis fenomena-fenomena budaya yang berkembang di masyarakat pesisir. Melalui mata kuliah Masyarakat dan Kebudayaan Maritim, mahasiswa diajak untuk mengkaji, mendiskusikan, dan merumuskan budaya masyarakat pesisir. Mata kuliah ini akan membahas tentang masyarakat dan kebudayaan maritim yang difokuskan pada budaya dalam pengertian cultural system, social system, dan material culture dengan mengambil ruang lingkup di wilayah pesisir di Indonesia, dengan skope wilayah tertentu.