Matakuliah ini mempelajari proses fertilisasi, membedakan proses pembelahan embrio, membedakan proses gastrulasi, menguraikan proses neurulasi, menguraikan proses organogenesis, menguraikan struktur mikroanatomi jaringan dasar tubuh, menguraikan struktur mikroanatomi organ digestoria, menguraikan struktur mikroanatomi organ respiratoria, menguraikan dan membedakan struktur mikroanatomi organ urinaria, menguraikan dan membedakan struktur mikroanatomi organ reproduksi, dan menguraikan struktur mikroanatomi integumentum

Mata Kuliah Kultur Jaringan Hewan bermanfaat memberi wawasan tentang perkembangan keilmuan, terutama berbagai macam metode kultur jaringan, sel, dan embrio serta aplikasinya dalam peningkatan derajad kesehatan dan kesejahteraan kehidupan manusia. Melalui pembelajaran mata kuliah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami prinsip dan berbagai metode kultur jaringan, sel, dan embrio sehingga mampu menganalisis fenomena yang muncul dari aktivitas kultur jaringan, sel, dan embrio hewan dari aspek fisiologi. Selain itu, mahasiswa diharapkan dapat memberi solusi yang tepat serta memahami aplikasi teori kultur jaringan hewan pada kehidupan. Pengetahuan mengenai kultur jaringan, sel, dan embrio hewan juga diperlukan mahasiswa sebagai calon sarjana Biologi yang akan bekerja dalam bidang pendidikan, penelitian (riset) ilmiah, kesehatan, budidaya dan pemuliaan hewan. 


Mata Kuliah ini merupakan Mata Kuliah pilihan dengan beban 2 sks. Sebelum memilih dan mengikuti Mata kUliah Enzimologi, mahasiswa diharapkan telah mengikuti dan dinyatakan lulus MK Fisiologi Hewan dan Biokimia.

Mikrobiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari kehidupan makhluk yang bersifat mikroskopik yang disebut mikroorganisme atau jasad renik, yaitu makhluk yang mempunyai ukuran sel sangat kecil dimana setiap selnya hanya dapat dilihat dengan pertolongan mikroskop. Dalam mikrobiologi pangan, mikrobiologi berkaitan dengan kerusakan dan kebusukan makanan, sehingga dapat diketahui tindakan pencegahan atau pengawetan yang paling tepat untuk menghindari terjadinya kerusakan itu, juga berkaitan dengan fermentasi makanan, sanitasi, dan pengawasan mutu pangan. Adanya jasad renik di dalam bahan pangan mungkin tidak diinginkan jika jasad renik tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan kebusukan makanan, atau menyebabkan keracunan bagi yang mengkonsumsinya. Tetapi dalam fermentasi makanan dan minuman, pertumbuhan jasad renik justru dirangsang untuk mengubah komponen-komponen di dalam bahan pangan tersebut menjadi produk-produk yang diinginkan.